3 Pohon ~ 3 Trees

Posted On October 26, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari,
ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan
impian mereka.
Pohon pertama berkata: “Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya” ..
Kemudian pohon kedua berkata: “Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada
dekat denganku”.
Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya:
“Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan
orang-orang akan mengingatku”.

Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul,
sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga
pohon itu…
Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab
ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.
Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami.
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan.
Tetapi… ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu
nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir.
Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap.
Tahun demi tahun berganti…, dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.
Kemudian suatu hari… Sepasang suami istri tiba di kandang.
Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.
Orang-orang datang dan menyembah bayi itu.
Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah
diletakkan harta terbesar sepanjang masa.
Bertahun-tahun kemudian…
Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua.
Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi
orang-orang di dalamnya.
Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada
badai: “Diam!!!” Tenanglah”. Dan badai itupun berhenti.
Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja
diatas segala raja.
Akhirnya…
Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga.
Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini
dan mati di puncak bukit.
Akhirnya pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUS-lah yang disalibkan padanya…

KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN, KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.
JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA , IA AKAN MEMBERIMU BERKAT-BERKAT BESAR.
KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.
BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA TUHAN BAGI KITA.
KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI JALAN-NYA ADALAH
YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA…

Ada waktunya

Posted On October 26, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Semua ada waktunya….

Semua indah pada waktunya….

TUHAN tak akan terlambat…

Juga tak akan lebih cepat…..

TUHAN TAHU Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan ! Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia… Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha. Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih… Tuhan sudah menghitung airmatamu. Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja… Tuhan sedang menunggu bersama denganmu. Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon. Tuhan selalu berada disampingmu. Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi… Tuhan punya jawabannya. Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan… Tuhan dapat menenangkanmu. Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…. Tuhan sedang berbisik kepadamu. Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.. Tuhan telah memberkatimu. Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. . Tuhan telah tersenyum padamu. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi… Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu. Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…

TUHAN TAHU

BUNGA CANTIK DALAM EMBER TUA, PENYOK DAN BERKARAT.

Posted On October 21, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal di lantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.

Suatu petang di musim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu.  Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.

“Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun,” pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh…!

Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, “Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi.”

Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.

“Aku rasa mungkin karena wajahku … Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi…”

Untuk sesaat aku mulai ragu2, tapi kemudian kata2 selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: “Oh aku bisa kok tidur dikursi goyang di luar sini, di veranda samping ini. Toh bis ku esok pagi2 juga sudah berangkat.”

Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di veranda.

Aku masuk ke dalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau2 ia mau ikut makan. “Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan.” Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.

Selesai dengan mencuci piring2, aku keluar mengobrol dengannya beberapa menit. Tak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan ke tubuhnya yang kecil ini.

Dia bercerita ia menangkap ikan untuk menunjang putrinya, kelima anak2nya, dan istrinya, yang tanpa daya telah lumpuh selamanya akibat luka ditulang punggung.

Ia bercerita itu bukan dengan berkeluh kesah dan mengadu; malah sesungguhnya, setiap kalimat selalu didahului dengan ucapan syukur pada Allah untuk suatu berkat! Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupa2nya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Allah yang memberinya kekuatan untuk bisa terus maju dan bertahan.

Saatnya tidur, kami bukakan ranjang lipat kain berkemah untuknya di kamar anak2.

Esoknya waktu aku bangun, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria tua itu sudah berada di veranda. Ia menolak makan pagi, tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, “Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal di sini lagi lain kali  bila aku harus kembali berobat? Saya sungguh tidak akan merepotkan anda sedikitpun. Saya bisa kok tidur enak di kursi.” Ia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, “Anak2 anda membuatku begitu merasa kerasan seperti di rumah sendiri. Orang dewasa rasanya terganggu oleh rupa buruknya wajahku, tetapi anak2 tampaknya tidak terganggu.”

Aku katakan silakan datang kembali setiap saat.

Ketika ia datang lagi, ia tiba pagi2 jam tujuh lewat sedikit. Sebagai oleh2, ia bawakan seekor ikan besar dan satu liter kerang oyster terbesar yang pernah kulihat. Ia bilang, pagi sebelum berangkat, semuanya ia kuliti supaya tetap bagus dan segar.

Aku tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi, entah jam berapa ia sudah harus bangun untuk mengerjakan semuanya ini bagi kami.

Selama tahun2 ia datang dan tinggal bersama kami, tidak pernah sekalipun ia datang tanpa membawakan kami ikan atau kerang oyster atau sayur mayur dari kebunnya.

Beberapa kali kami terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus, ikan dan oyster terbungkus dalam sebuah kotak penuh daun bayam atau sejenis kol, setiap helai tercuci bersih.

Mengetahui bahwa ia harus berjalan sekitar 5 km untuk mengirimkan semua itu, dan sadar betapa sedikit penghasilannya, kiriman2 dia menjadi makin bernilai…

Ketika aku menerima kiriman oleh2 itu, sering aku teringat kepada komentar tetangga kami pada hari ia pulang ketika pertama kali datang. “Ehhh, kau terima dia bermalam ya, orang yang luar biasa jelek  menjijikkan mukanya itu? Tadi malam ia kutolak. Waduhh, celaka dehh.., kita kan bakal kehilangan langganan kalau terima orang macam gitu!”

Oh ya, memang boleh jadi kita kehilangan satu dua tamu. Tapi seandainya mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka bakal jadi akan lebih mudah untuk dipikul.

Aku tahu kami sekeluarga akan selalu bersyukur, sempat dan telah mengenalnya; dari dia kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Allah.

Baru2 ini aku mengunjungi seorang teman yang punya rumah kaca. Ketika ia menunjukkan tanaman2 bunganya, kami sampai pada satu tanaman krisan [timum] yang paling cantik dari semuanya, lebat penuh tertutup bunga berwarna kuning emas.

Tapi aku jadi heran sekali, melihat ia tertanam dalam sebuah ember tua, sudah penyok berkarat pula. Dalam hati aku berkata, “Kalau ini tanamanku, pastilah sudah akan kutanam di dalam bejana terindah yang kumiliki.”

Tapi temanku merubah cara pikirku. “Ahh, aku sedang kekurangan pot saat itu,” ia coba terangkan, “dan tahu ini bakal cantik sekali, aku pikir tidak apalah sementara aku pakai ember loak ini. Toh cuma buat sebentar saja, sampai aku bisa menanamnya di taman.”

Ia pastilah ter-heran2 sendiri melihat aku tertawa begitu gembira, tapi aku membayangkan kejadian dan skenario seperti itu di surga. “Hah, yang ini luar biasa bagusnya,” mungkin begitulah kata Allah saat Ia sampai pada jiwa nelayan tua baik hati itu.” Ia pastilah tidak akan keberatan memulai dulu di dalam badan kecil ini.”

Semua ini sudah lama terjadi, dulu – dan kini, di dalam taman Allah, betapa tinggi mestinya berdirinya jiwa manis baik ini.

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b)

Sahabat2 adalah istimewa sekali. Mereka membuatmu tersenyum dan mendorongmu jadi sukses.

Mereka meminjamimu sebuah kuping dan berbagi suatu kata pujian. Tunjukkan kawan2mu betapa kau perduli..

Teruskan ini, dan gembirakanlah hari seseorang.

SAMPAH

Posted On August 27, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped one response

Hidup yang udah aku jalani sepanjang 27 tahun ini. HAri ini, kata” yang sungguh membuat aku tercengang adalah “SAMPAH” Aku tau mungkin aku hanya bisa membuatmu marah, sebel, kesal. tapi knapa kamu ngak pernah mau mendengarkan kata” aku. Knapa kamu hanya mendengarkan satu pihak saja, apa karena kamu lebih dulu mengenalnya dan pernah bersama dengan dia???!! Tuhan aku memang SAMPAH bagi MU tapi aku bukan sampah yang dia bilang. Knapa.. Ngak apa aku udah memaafkanmu sayang, aku masih menyayangimu, masih menganggapmu berarti buat hidupku, tapi maafin aku. Aku mau sendiri aja, karena aku adalah SAMPAH.. SAatnya kaMu Pergi.. Aku rela asal kamu bahagia bisa tersenyum tanpa sampah dihatimu dan dihari”mu lagi Tuhan memberkatimu selalu, karena Doa aku selalu ada untukmu

Jangan Berhenti Berbuat Baik

Posted On August 26, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan
dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa
beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah
berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda
membuka pintu rumah.
Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas
air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut
pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa
saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?”
Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”.
“Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk keba ika n” kata
wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam
hatiku aku berterima kasih pada anda.”

Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang
sangat kritis.
Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter
spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.
Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut,terbersit
seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju
kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang.
Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan
upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia
selalu member ika n perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan..
. Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh
tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar
tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa
ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil
seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada
sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan
tersebut.
Ia membaca tulisan yang berbunyi.. “Telah dibayar lunas dengan segelas
besar susu..”
tertanda, DR Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya.
Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh
bumi melalui hati dan tangan manusia.”

harus tau

Posted On August 25, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Didalam hidup ini ada 7 hal yang tidak bisa kita ubah Yaitu:

1. Jenis kelamin Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Act like a woman / man !!

2. Orang tua. Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won’t respect you, is it terrible?

3. Hari kelahiran. Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it’s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.

4. Bentuk Fisik Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, tubuh kamu cacat, atau organ tubuh ngak normal ya terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu. Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang. karena itu hanya membuat engkau “frozen” – can not do anything! Look at the future and see how good it is.

6. Kedudukan dalam keluarga. Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa/ras. Menyesal jadi orang yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm….. Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan

Berbohongkah Dia =Tamat=

Posted On August 20, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Tak berapa lama ada pesan balasan”Willy koma”. “Aku tak percaya, maaf”, “Kami tak bebohong, kami sudah sampai diRumah Sakit melbourne”, lalu aku membalas pesan itu kembali”aku ada di Sydney mengapa datang ke melbourne”. “Dan kalau kamu ada di Melbourne kenapa detail waktu di pesan yang kamu kirim itu sama seperti di Indonesia bukan di Melbourne” kena kamu, mangkanya jangan berbohong, ujarku dalam hati.
Tak ada pesan balasan kembali, lalu aku membalasnya lagi”maaf aku sudah tak percaya sama kamu, jangan pernah lagi menghubungi aku lagi. Dan nikmati kebohongan kamu sendiri jangan memberikan kebohongan itu kepada orang lain”.

Setelah beberapa jam kemudian ada pesan masuk kembali dari nomer telephone selularnya Willy “Willy tidak akan pernah membenci kamu walaupun kamu sungguh membencinya, karena dia begitu mencintaimu.”
Aku tak membalasnya.

Pagi harinya ketika aku hendak bersiap untuk berangkat kekampusku, sebuah pesan kuterima yang isinya “Willy sudah sadar”. Aku tak membalasnya karena aku malas aja mengikuti kebohongan yang diberikan kepadaku olehnya.

Sore harinya Willy menelephone aku, dia berkata”sayang, jangan tinggalin aku ya. Aku sayang banget ma kamu”. Aku hanya berkata”maaf batre hanphone aku low”. Akhirnya dia menutup telephonenya.
Entah mengapa dia terus mencoba menghubungi aku sedangkan aku tak lagi tertarik akan kebohongannya.
Sejak hari itu tepatnya tanggal 5 Juni dia tak lagi menggangguku, aku tak mencoba mencari tahu karena aku yakin dia hanya bersandiwara saja. Smuanya aku serahkan pada Tuhan saja apakah dia berbohong atau serius dengan semuanya yang dia katakan padaku.

Tiga hari kemudian ada seorang gadis mengirimkan sebuah email kepadaku untuk berkenalan katanya. Mencurigakan memang tapi aku tak langsung menerimanya, setelah 2 hari kemudian aku baru membalas email tersebut karena gadis tersebut mengirimkan email yang kedua kepadaku.
“hi, maaf aku baru membalas email kamu, salam kenal juga ya. Tapi maaf aku tak bisa membuka email setiap hari. Kamu bisa sms aku di no +614….terimakasih” kataku.
Sore harinya ada sebuah pesan sms masuk ke telephone selularku. Ya gadis tersebut mengirimkan pesan melalui telephone selularku itu.

Sungguh terkejut ketika kumembaca email2 yang berikutnya dari si gadis tersebut.
Gadis itu bercerita tentang Willy, pria yang aku ga ngerti knpa dia berbohoong padaku tentang semuanya, tentang siapa dirinya sebenarnya.
Setelah kita berkenalan semakin hari semakin kenal siapa gadis tersebut, ya walaupun aku belum pernah bertemu dengannya.
Hati nurani aku berkata dia bisa dipercaya.
Ternyata benar Willy adalah penipu, karena menurut sigadis ini dia sudah mengenal yang bernama Willy sekitar 4 tahun yang lalu.

“Willy itu cewek, dan namanya bukan Willy seperti yang dia kepadamu” ujar gadis tersebut. Tak terkejut aku sudah menduganya sejak pertama kenalan. Ya semakin hari semakin aku tahu juga siapa Willy.
Akhirnya aku berkata pada Willy/Sita agar berhenti berbohong padaku karena aku tak suka.
Akhirnya dia pergi juga sampai kisah ini selesai aku tuliskan dia tak lagi menggangguku.

Buat para pembaca, berhati2lah karena pada jaman sekarang manusia entah pria atau wanitanya akan melakukan apa saja agar mereka mendapatkan apa yang mereka kehendaki.

Akhirnya tamat juga cerita ini….
Sampai bertemu lagi dengan kisah2 hidupku yang lain.
Tuhan selalu menyertai kalian slalu dimanapun kalian berada….

Berbohongkah Dia bagian 3

Posted On August 20, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

“Terimakasih ya cinta karena kamu sudah mau menerimaku apa adanya” katanya kepadaku. Aku bertanya tentang alamat rumahnya kepadanya dengan alasan agar mamaku bisa berkunjung kerumahnya dan bertemu dengan orangtuanya. Dia memberikan alamat rumahnya serta nomer telephone rumahnya kepadaku. 2 minggu setelah itu aku memberikan alamat rumahnya Willy kepada salah seorang temanku yang kebetulan tahu benar daerah yang Willy kasih. Setelah satu hari temanku itu memberikan kabar kepadaku tentang alamat rumah yang Willy kasih, tapi ternyata itu bukan rumahnya. Karena tak ada seorangpun yang mengenal nama Willy bahkan tetangganya sekalipun. Minggu ketiga setelah dia membicarakan keadaan jari2 tangannya, ada sms yang mengatakan kalau Willy mengetahui bahwa papanya terkena Leukimia akut dan Willy agak berubah, mudah tersinggung dan mudah mengambek, aku tak perduli karena aku tahu itu hanya bagian sandiwaranya saja. Dan… ya itu terbukti karena setelah beberapa jam kemudia dia menelephoneku dan berkata”sayang.. aku terkena leukimia akut dan usiaku hanya setahun lagi”. Lalu aku berkata padanya”kamu kena Leukimia akut??!! Bukannya papa yang sakit” kataku. Gugup dan berhati2 karena aku takut mengetahui kebohongannya dia mengalihkan pembicaraan kami”sayang apa kamu akan meninggalkan aku setelah mengetahui aku saperti ini sakit dan tak beumur panjang serta cacat??”katanya kepadaku. “Hanya jika kamu berbohong padaku dan Tuhan memintaku” itu kataku. “Aku akan kesana menemuimu dan akan menikah denganmu cintaku” itu katanya. “ok aku tunggu jika memang kamu benar2 datang menemuiku”kataku. Tiba hari yang ditentukan ketika dia bilang akan menemuiku akhir bulan ini. Tak ada kabar mengenai dirinya.. Semua seperti dugaanku, pasti dia berbohong, aku mengirimkan sebuah pesan di telephone selularnya”Jika kamu mau berbohong hendaklah menyusunnya dengan serapih2nya”.

Berbohongkah dia bagian 2

Posted On August 20, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Setiap pagi, siang, sore bahkan malam hari dia selalu menghubungi diriku. Seperti makan obat saja, perhatiannya kepadaku selalu berlebih itu yang aku rasakan. Mungkin untuk gadis2 lain seusiaku akan mudah mabuk kepayang karena kata2 manisnya. Tapi tidak padaku.

Pernah dia juga berbicara sama mamaku, tapi tanggapan mama juga sama sepertiku, agak dingin padanya. Mama sebagai wanita yang sudah mempunyai banyak pengalaman hidup lebih dariku sungguh mengerti tentang hal2 seperti ini.

Menjelang 3bulan dan 2 minggu dia mengatakan sesuatu hal kepadaku yang tak pernah diunggkapkannya kepadaku sebelumnya dengan alasan takut aku tinggalkan katanya.
“Aku cacat”, “jari2 tangan aku rapat sejak kecil mulai dari jari telunjuk sampai jari manisku, sebelah kiri dan kana sama seperti itu sejak aku kecil karenhmma terkena air keras” itu katanya, tak terkejut ketika dia mengatakannya kepadaku, karena aku merasa dia sedang bersandiwara padaku. “mana ada seorang dokter cacat apalagi dedua jari2 tangannya rapat seperti itu” itu kata2 yang sama persis seperti apa yang ada dipikiranku dan pkiran teman2 yang dekat denganku setelah aku bercerita kepada teman2 aku tersebut. Dia kembali bertanya kepadaku”apa setelah kamu mengetahui kadaan tanganku kamu akan meninggalkan aku..??!!” ujarnya kepadaku, aku menjawab”jika Tuhan sudah mentakdirkan kamu untukku aku akan menerimamu dengan segala keadaanmu”

Berbohongkah dia…??? Bagian 1

Posted On June 3, 2009

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

“Tunggu aku disana ya, aku akan datang dan kita akan segera menikah setibanya aku disana..” itu kata2 yang pernah kudengar sejak 4 bulan yang lalu.

4 bulan yang lalu aku kenalan dengan cowo dari dunia maya, tepatnya disebuah forum kristen di internet.

Namanya Ggeanne William Aditya, itu katanya. Aku memanggilnya Willy terkadang aku juga memanggil dia Gege.

“Aku seorang dokter speasialis anak disebuah Rumah Sakit Swasta di daerah Kelapa Gading Jakarta” tuturnya. “Aku ikutan forum kristen ini dengan tujuan mendapatkan teman dan sahabat serta pasangan hidup yang seiman” tuturnya lagi. Hari demi hari berlalu begitu cepatnya lalu kami terlibat perbincangan yang mulai agak serius setelah 1 bulan berkenalan. Kami berdua semakin terasa dekat setiap harinya, walau sebenarnya aku ga pernah bisa serius sama dia. Entah kenapa aku tak pernah bisa menangkap apa yang dia ungkapkan kepadaku.

Ya.. aku cuma menganggapnya biasa aja karena memang kata hati aku tak merasakan ada keseriusan dari kata2nya kepadaku.

Watu terus berlalu, semakin keseriusan akan hubungan kamipun makin aku rasakan dari kata2 dan perhatiannya kepadaku, tapi tidak dari diriku. Terbukti ketika suatu hati dipagi2 buta ditempatku, dia mengatakan sesuatu hal kepadaku “Maukah engkau menjadi kekasih hatiku, dan menikah denganku..??” itu katanya… masih mengantuk… tapi aku hanya menjawab dengan kata2 “hanya jika Tuhan menginginkan kita bersama lebih baik kita jalani saja dulu karena kita belum saling mengenal satu sama lain dan kita juga belum pernah bertemu sampai saat ini” itu kataku kepadanya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.